Breaking News
Kolaborasi Polsek Bantan–Satresnarkoba Polres Bengkalis Bongkar Peredaran Narkoba | Pemerintah Kota Pekanbaru Siapkan Layanan VCT Gratis Bagi Pengidap HIV/AIDS | Manggala Agni Masih Padamkan Karhutla di Enam Titik di 4 Kabupaten di Riau  | Wamen Nezar Patria Ungkap Strategi Indonesia Kuasai Lima Lapisan AI, dari Energi hingga Aplikasi  | DPRD dan Pemkab Bengkalis Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 | DPRD Setujui Kerja Sama Pengelolaan E-Ticketing Ro-Ro Air Putih–Sungai Selari |

Wamen Nezar Patria Ungkap Strategi Indonesia Kuasai Lima Lapisan AI, dari Energi hingga Aplikasi 
Kamis 13 Agustus 2026, 22:44 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam acara UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Humas Kemkomdigi 

Siagaonline.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyiapkan strategi pengembangan kecerdasan artifisial yang mencakup seluruh rantai ekosistem AI, dari energi, infrastruktur, chip, talenta, hingga aplikasi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan strategi ini disiapkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi memiliki posisi signifikan dalam pengembangan AI global.

“Pada ujungnya kita tidak ingin hanya menjadi user, kita ingin menjadi player yang signifikan di dalam pengembangan AI di tingkat global,” ujar Wamen Nezar dalam acara UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).

Wamen Nezar menjelaskan lima lapisan tersebut merupakan pendekatan untuk melihat ekosistem AI secara menyeluruh atau full stack of AI.

Pemerintah memandang setiap lapisan memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah perkembangan AI global.

“Layer pertama itu energi, lalu kemudian ada infrastruktur, lalu kemudian ada chip, lalu kemudian talent, lalu baru aplikasi,” jelasnya.

Pada tahap pengembangan saat ini, Indonesia berfokus pada pemanfaatan aplikasi dengan menggunakan foundation model yang telah tersedia dan melakukan post-training untuk menjawab kebutuhan di berbagai sektor.

Langkah tersebut dipilih karena pembangunan model sendiri membutuhkan investasi dan waktu yang panjang.

“Kita coba menggunakan foundation model yang sudah ada, kemudian dilakukan sejumlah post-training untuk memecahkan sejumlah solusi-solusi, seperti untuk kesehatan, lalu untuk pertanian, dan juga di bidang pendidikan,” kata Wamen Nezar.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin pengembangan AI nasional berhenti pada lapisan aplikasi karena kondisi tersebut berisiko menempatkan Indonesia hanya sebagai pengguna teknologi.

Karena itu, Peta Jalan Nasional Pengembangan AI yang tengah disusun diarahkan untuk mendorong kolaborasi, inovasi, dan investasi pada seluruh lapisan ekosistem AI.

“Kita coba melihat full stack of AI ini lebih strategis,” tegas Wamen Nezar.

Untuk memperkuat lapisan infrastruktur dan chip, Indonesia akan memanfaatkan keunggulan sumber daya nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis.

Wamen Nezar mengatakan kekayaan mineral kritis menjadi salah satu modal Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai ekosistem AI, terutama melalui hilirisasi dan pengembangan industri bernilai tambah.

“Kita punya critical minerals yang cukup banyak dan cukup strategis,” pungkasnya.(MCR) 

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto? Silakan SMS/WatsApp ke: 0852-6599-9456 Via E-mail: [email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
Komentar Anda
Loading...

Copyright © 2023 Siagaonline.com - All Rights Reserved
Scroll to top